Sabtu, 09 Februari 2013

Tolak Peluru

Diposkan oleh Niswatul Hamida di 11.46
Pengertian
Tolak peluru adalah salah satu cabang atletik pada nomor lempar. Tujuan dari tolak peluru adalah melakukan tolakan yang sejauh – jauhnya secara sah dan benar menurut aturan yang ada.
Lapangan Tolak Peluru
·         Konstruksi
a.       Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan.
b.      Bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya.
c.       Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin
d.      Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm hingga 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi
e.       Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu
f.       Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2.135 m
g.      Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih
h.      Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan, sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak dan lebih kokoh.
i.        Lebar balok 11.2 – 30 cm, panjangnya 1.21-1.23 m di dalam, dan tebalnya 9.8-10.2 cm
Peralatan
Alat yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.       Rol meter
b.      Bendera kecil
c.       Kapur/tali rafia
d.      Peluru
Peluru terbuat dari besi, kuningan atau logam lainnya. Peluru harus berupa bola dan permukaannya harus licin dengan berat :
·         Senior putra           = 7.257 Kg
·         Senior putri           = 4 Kg
·         Junior putra           = 5 Kg
·         Junior putri            = 3 Kg
Teknik Dasar Tolak Peluru
1.      Teknik Memegang Peluru
·         Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya.
·         Untuk orang yang berjari kuat dan panjang, jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru.
·         Untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil : jari-jari lebih direnggangkan, sedangkan letak jari kelingkin berada di belakan peluru.
2.      Teknik Meletakkan Peluru pada Bahu
Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, kemudian letakkan peluru pada pahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan
3.      Teknik Menolak Peluru
a.       Sikap Badan
·         Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu atau dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri agak membungkuk kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan
·         Posisi badan membelakang arah tolakan
·         Posisi kaki kanan di muka batas belakang lingkaran, sedangkan kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan
·         Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran
·         Sewaktu kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan
·         Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri dan lengan kiri masih pada sikap semula.
·         Cara Menolak
·         Pada posisi badan sudah tepat dan seimbang, ayunkan kaki kiri ke muka dan ke belakang siap untuk melakukan tolakan
·         Geser kaki kanan ke depan dengan cepat ke belakang ke arah tolakan
·         Sewaktu kaki kanan mendarat di tengah-tengah lingkaran, lutut kanan masih terlipat, telapak kaki kanan menumpu kuat di tanah.
·         Badang masih berputar ke belakang siap untuk menolak
·         Kemudian luruskan lutut dengan tolakan yang kuat sambil memutar badan ke depan
·         Lanjutkan dengan dorongan atau tolakan yang kuat
·         Tangan kanan ke arah atas dengan sudut tolakang kurang dari 400
b.      Sikap akhir
·         Sesudah menolak peluru kemudian membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan
·         Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang. Demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Teknik Tolak Peluru
·         Beberapa hal yang disarankan
a.       Bawalah tungkai kiri merendah
b.      Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai dengan tungkai kiri memimpin di belakang
c.       Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak
d.      Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh pada tungkai kanan
e.       Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan tolakan
f.       Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin
g.      Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan
h.      Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
·         Beberapa Hal yang Harus Dihindari
a.       Tidak memiliki keseimbangan
b.      Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
c.       Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
d.      Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan
e.       Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang
f.       Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping
g.      Terlalu awal membuka badan
h.      Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan.
Gaya Dalam Tolak Peluru
a.       Gaya Ortodox, yaitu gaya menyamping arah tolakan
b.      Gaya O’Brien, yaitu gaya membelakangi arah tolakan
Ketentuan Sah dan Tidaknya Suatu Tolakan
·         Lemparan Sah
a.       Gaya yang digunakan harus benar
b.      Tidak boleh meninggalkan tempat sebelum peluru jatuh
c.       Peluru dipegang dan ditolakkan ke arah sektor tolakan
d.      Penolak masuk dan keluar lapangan lempar dari arah belakang lingkaran
·         Lemparan Tidak Sah
a.       Peluru jatuh di luar sektor lempar
b.      Penolak melewati lapangan tolak pada saat melakukan tolakan
c.       Penolak tidak hadir setelah dipanggil 3 kali atau lebih dari 2 menit
d.      Setelah menolak penolak keluar dari depan lingkaran lempar
e.       Cara melakukan tolakan tanpa menggunakan gaya yang benar
Peraturan Perlombaan Tolak Peluru
a.       Suatu tolakan yang salah tidak dihitung
b.      Seorang peserta harus memulai tolakannya dari sikap diam di dalam lingkaran lempar
c.       Jika peserta ada 8 orang, hak melemparnya adalah 3 kali
d.      Peluru harus didorong dari pundak dengan menggunakan satu tangan
e.       Pengukuran hasil tolakan diukur dari bekas peluru jatuh terdekat dengan lingkaran
f.       Pelempar dibenarkan menyentuh bagian dalam lingkaran besi dan balok penahan



.
Semoga bermanfaat ^^




0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dunia Baca Niswa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea